Pantauan detikcom, aksi demonstrasi ini berlangsung selama hampir lima jam. Mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan siswa SMA tersebut menutup jalan dan membakar ban.
Menjelang pukul 17.00 WIB, Dubes Sri Lanka hendak kembali ke rumah dinasnya yang terletak di Jl Dipenogoro nomor 70 tersebut. Namun, puluhan mahasiswa menghadangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, dubes sudah berada di dalam rumah. Namun mobilnya masih terparkir di Megaria, Cikini, Jakarta Pusat.
Tidak hanya dubes Sri Lanka, sejumlah pengendara pun kesal dengan aksi mahasiswa tersebut. Adi, warga Kramat, Jakarta Pusat, mengaku sudah menunggu selama satu jam di lokasi untuk bisa melewati jalan.
"Saya sudah menunggu satu jam. Kok belum bubar-bubar, bukan kaya gini mahasiswanya. Kalau mau demo yang tertiblah jangan nutup jalan," tegasnya.
Suasana di lokasi hingga pukul 17.45 WIB belum berubah. Bahkan aksi pembakaran ban masih terus terjadi. Sementara kemacetan mengular akibat aksi penutupan jalan ini. Pengendara yang hendak melewati Jl Dipenogoro dialihkan ke Jl Proklamasi, yang kini bisa digunakan untuk dua arah. (mad/fay)











































