Mahasiswa Tutup Jl Diponegoro, Dubes Sri Lanka Marah-marah

Mahasiswa Tutup Jl Diponegoro, Dubes Sri Lanka Marah-marah

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2010 17:59 WIB
Jakarta - Aksi sejumlah mahasiswa yang menutup Jl Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, mulai membuat resah warga. Bahkan, Dubes Sri Lanka Nanda Mallawarachchi sempat marah-marah karena mobilnya tak bisa masuk ke rumah dinas yang terletak di lokasi aksi.

Pantauan detikcom, aksi demonstrasi ini berlangsung selama hampir lima jam. Mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan siswa SMA tersebut menutup jalan dan membakar ban.

Menjelang pukul 17.00 WIB, Dubes Sri Lanka hendak kembali ke rumah dinasnya yang terletak di Jl Dipenogoro nomor 70 tersebut. Namun, puluhan mahasiswa menghadangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak terima dengan aksi tersebut, sang dubes sempat mendatangi petugas kepolisian setempat. "Tadi ada Dubes Sri Lanka datang marah-marah, katanya mobilnya nggak bisa masuk," ujar salah seorang petugas di lokasi, Kamis (28/10/2010).

Kini, dubes sudah berada di dalam rumah. Namun mobilnya masih terparkir di Megaria, Cikini, Jakarta Pusat.

Tidak hanya dubes Sri Lanka, sejumlah pengendara pun kesal dengan aksi mahasiswa tersebut. Adi, warga Kramat, Jakarta Pusat, mengaku sudah menunggu selama satu jam di lokasi untuk bisa melewati jalan.

"Saya sudah menunggu satu jam. Kok belum bubar-bubar, bukan kaya gini mahasiswanya. Kalau mau demo yang tertiblah jangan nutup jalan," tegasnya.

Suasana di lokasi hingga pukul 17.45 WIB belum berubah. Bahkan aksi pembakaran ban masih terus terjadi. Sementara kemacetan mengular akibat aksi penutupan jalan ini. Pengendara yang hendak melewati Jl Dipenogoro dialihkan ke Jl Proklamasi, yang kini bisa digunakan untuk dua arah. (mad/fay)


Berita Terkait