Tim kesehatan tersebut terdiri dari 300 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan 1.700 petugas dari tim kesehatan haji Indonesia (TKHI).
"Petugas-petugas ini sudah dibagi per wilayah kerja," kata Ketua Tim Kesehatan Haji Kemenkes dr Chaerul Radjab Nasution di Jeddah, Kamis (28/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pemulangan jamaah,β ujar Chaerul.
Kesehatan jamaah di Armina menjadi salah satu prioritas sebab bagi jamaah ritual ibadah di Armina sangat membutuhkan tenaga ekstra. Di Arafah misalnya nanti akan terjadi kepadatan jamaah yang sangat luar biasa karena semua jamaah dari berbagai negara berkumpul menjalankan wukuf.
Selain itu juga jumlah jamaah tahun ini juga diprediksi lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya lantaran beberapa negara mendapatkan tambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi.
Guna mendukung operasional di Armina, PPIH Arab Saudi juga menyiapkan 38 ambulans. Kondisi ambulans saat ini sudah siap bahkan beberapa di antaranya tergolong baru. Sebagian ambulans inilah nantinya mengangkut jamaah sakit yang wajib disafariwukufkan.
Dia berharap, ambulans-ambulans ini bisa masuk Armina meski saat ini ada larangan dari pemerintah Arab Saudi. Sebab pada tahun lalu, meski ada larangan, kenyataannya ambulans Indonesia masih bisa bekerja.
(iy/gun)










































