Jumlah siswa SMA itu sekitar belasan orang dan semuanya adalah laki-laki. Rombongan kecil itu tiba di lokasi unjuk rasa di ruas Jl Diponegoro, Jakarta, menuju arah Salemba, pada sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (28/10/2010).
Entah apa maksudnya, mereka langsung saja membentuk barisan yang memisahkan antara kelompok pengunjuk rasa dengan barisan polisi. Identitas sekolah tidak terlihat sebab kemeja seragam dilapisi jaket, hanya celana panjang warna abu-abu yang menunjukkan bahwa mereka siswa SMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membakar ban dan berorasi menuntut SBY-Boediono mundur dari pucuk pemerintahan, massa pengunjuk rasa memecahkan pot-pot bunga penghias trotoar jalan. Pecahannya dan tanah media tanam serta tanamannya, berserakan mengotori jalan. Mungkin pecahan itu akan mereka gunakan untuk melemperi barisan polisi.
Β
Gabungan antara massa mahasiswa pengunjuk rasa dan siswa SMA yang jadi 'pelindungnya', menutup akses lalu lintas Jl Diponegoro sejak Megaria hingga RSCM. Akibatnya kendaraan dari arah Menteng dan Cikini yang hendak menuju Salemba, harus dialihkan ke Jl Proklamasi meski itu artinya melawan arus.
Rute perjalanan Anda pulang kantor melalui kawasan tersebut? Sebaiknya pikirkan rute alternatifnya.
(lh/fay)











































