Raharjo adalah salah satu warga Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dusunnya, bersama 2 dusun lainnya di Umbulharjo, kini tertimbun oleh pasir hitam sisa-sisa erupsi Gunung Merapi.
Dua hari sejak bencana tersebut, Kamis (28/10/2010), ia bersama sejumlah tetangga memberanikan diri naik ke dusun yang berada di lereng gunung itu. Setelah berhasil mencapai Pelemsari, Raharjo segera menuju ke rumahnya untuk mencari barang-barang yang selamat.
"Iya, Mas, ini mau mengambil barang-barang barang yang masih bisa diselamatkan," ujar Raharjo kepada detikcom.
Dinding rumah milik Raharjo sebetulnya masih utuh. Namun, atap rumah yang berukuran sedang tersebut tampak roboh. Setelah beberapa saat mengobrak-abrik isi rumah, Raharjo menemukan sesuatu.
"Buntelan plastik berlapis-lapis ini ijazah anak saya. Anak saya memang sudah kerja di Jakarta. Ini ijazahnya. Walaupun cuma lulusan STM, tapi lumayan," ucap Raharjo.
Ia menuturkan, semalam anaknya menelepon dari Jakarta untuk melihat nasib ijazah tersebut. Raharjo yakin ijazah anaknya itu aman, karena ditaruh di bawah ranjang.
"Terus tak bilang ketoke ijazahmu aman (sepertinya ijazahmu aman). Tak simpen dibungkus plastik sama kain batik. Tak dokokne nggon ngisor (saya taruh di bawah)," ungkapnya.
Raharjo juga mendapati satu buah TV di rumahnya dalam kondisi utuh. Namun, belum diketahui apakah TV itu dapat dinyalakan kembali atau sudah rusak. TV tersebut lalu dipanggul oleh Raharjo ke tempat pengungsian.
Selain Pelemsari, dua desa yang menjadi korban letusan merapi adalah Nangkrak dan Kinahrejo. Kinahrejo merupakan dusun tempat tinggal juru kunci merapi Mbah Marijan. Mbah Marijan meninggal saat awan panas bersuhu 350 derajat celcius mennggulung. Ketiga dusun itu kini seperti wilayah yang mati.
(her/irw)











































