Namun meski acaranya komedi, Obama tampil serius dengan janji-janji dan pembelaan akan kebijakannya dalam program acara komedi populer di AS, "The Daily Show."
Dalam acara itu, Obama diwawancarai oleh pembawa acara "The Daily Show", Jon Stewart, salah seorang komedian paling berpengaruh di AS. Acara itu disiarkan Rabu, 27 Oktober malam waktu setempat di saluran kabel Comedy Central milik Viacom Inc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami menjanjikan selama kampanye soal 'perubahan yang Anda bisa percayai', itu bukan perubahan yang bisa Anda percayai dalam 18 bulan," kata Obama kepada Stewart.
"Itu perubahan yang bisa Anda percaya, tapi Anda tahu, kita harus bekerja untuk itu," tegas Obama seperti dikutip kantor berita Reuters, Kamis (28/10/2010).
Stewart kemudian mendesak Obama soal kesenjangan antara janji-janjinya dan pencapaiannya. Namun Obama tak kehabisan kata-kata untuk merespons ucapan Stewart.
"Berkali-kali kami telah menggerakkan agenda yang membuat perbedaan dalam kehidupan rakyat setiap harinya. Sekarang apakah itu cukup? Tidak," ujar Obama.
"Saya kira dan saya pikir sebagian besar Demokrat di luar sana juga mengira bahwa rakyat ingin melihat lebih banyak kemajuan," tandas Obama.
Menurut Comedy Central, jaringan yang menyiarkan program "The Daily Show" tersebut, program itu memiliki audiens sekitar 3,6 juta pemirsa AS per episode, termasuk sekitar 2,2 juta orang yang berusia 18-49 tahun.
Para pemilih muda telah membantu Obama memenangi pemilihan presiden 2008 lalu. Gedung Putih pun berharap kehadiran Obama di program seperti "The Daily Show" akan membantu meningkatkan dukungan untuk Partai Demokrat dalam pemilihan Kongres November mendatang.
(ita/nrl)











































