"Kebiasaan pak Susno ini ngomel, sudah habis saya diomelin. Dia pernah bilang, siapa sih dia. Sjahril Djohan lagi. Apa sih maunya nih orang. Ntar kalau Wakapolri (Komjen Makbul Padmanegara) sudah pensiun saya habisi dia," kata Zulkarnaen, koordinator staf pribadi Kabareskrim, saat memberi kesaksiannya di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis(28/10/2010).
Zulkarnaen juga mengungkapkan, Sjahril Djohan mempunyai ruangan khusus di samping ruang Wakapolri. Sjahril bahkan dilayani oleh polisi wanita, seperti dibuatkan kopi. Padahal menurut Zulkarnain, ia tidak tahu persis pekerjaan Sjaril di Mabes Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ruangannya tersendiri. Kalau kita masuk ke ruang Wakapolri, ketemu ruang Sespri. Masuk pintu kanan, ke kiri, saya masuk lewat kiri. Di pojok kiri belakang (itu ruangannya)," tambah Zulkarnaen.
Saksi yang lain, Abdul Arif, manta ajudan Susno, juga mengatakan jika ia tidak mengetahui pekerjaan jelas Sjahril sehingga ikut berkantor di Mabes Polri.
"Apakah dia intel?" tanya hakim Haswandi.
"Tidak tahu," jawab Abdul Arif.
"Apakah pekerjaanya ngurus perkara," timpal Haswandi.
"Tidak tahu," ucap Abdul Arif.
Sjahril Djohan merupakan perantara antara Haposan Hutagalung dan Komjen Susno Duadji terkait kasus Gayus Tambunan. Sjahril Djohan telah divonis penjara 1,5 tahun karena telah membantu menyuap Komjen Susno sebanyak Rp 500 juta.
Sjahril disebut-sebut akrab dengan Susno. Bahkan saking akrabnya, jika Sjahril memanggil Susno dengan menyebut 'hei Sus'.
(nrl/nrl)











































