Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (28/10/2010), dengan menaiki mobil bak terbuka, sejumlah warga berupaya menembus jalan ke dusun Pelemsari. Jalan tersebut terhalang oleh banyaknya bambu yang tumbang ke tengah jalan.
Setiap menjumpai bambu yang rubuh di tengah jalan, warga turun dari mobil. Bersenjatakan parang dan gergaji, mereka bergotong royong menyingkirkan berbatang-batang bambu tersebut ke pinggir jalan. Akhirnya, mereka berhasil mencapai dusun di lereng gunung itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu vulkanik sudah hilang dari Dusun tersebut karena diguyur hujan sejak kemarin. Namun, pasir tebal tampak melapisi seluruh dusun kecil itu. Alhasil, kawasan yang dahulunya hijau oleh pepohonan, kini berubah menjadi hitam pekat.
Selain bambu, di Dusun Pelemsari sebelumnya banyak tumbuh pohon Sogi Tinggi dan akasia. "Tapi sekarang lihat semuanya ambruk dan warnanya tidak ada yang hijau lagi," kata salah satu warga, Raharjo Santoso, saat ditemui detikcom.
Dusun Pasir Pelemsari bertetanggaan dengan Dusun Nangkrak dan Kinahrejo, dusun tempat tinggal Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Tiga dusun tersebut diapit oleh Kali Adem dan Kali Kuning. Persis di seberang Kali Kuning, hutan masih tampak lebat. Sehingga, pemandangan kontras nampak terlihat antara ketiga kampung itu dengan wilayah di sekitarnya yang selamat dari amukan wedhus gembel.
(her/irw)











































