"Status kegiatan Merapi masih awas. Kemungkinan yang perlu dicermati ke depan, salah satu kemungkinan akan ada pertumbuhan kubah lava yang berpotensi gugur menjadi awan
panas," kata Darwin saat dihubungi detikcom, Kamis (28/10/2010).
Dia menjelaskan, keputusan apakah Merapi sudah aman atau belum pun belum bisa dilakukan. Mengingat perlu ada pengamatan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait letusan Merapi ini, Darwin menjelaskan, sebelumnya, pada 26 Oktober terjadi 6 kali awan panas yang melanda sektor Selatan dan Barat Daya sejauh 8 km, dan letusan vertikal 1,5 Km.
Sedang data kegempaan pada 27 Oktober 2010, terjadi gempa vukanik 7 kali, sebelum letusan mencapai 70 dan gempa fasa terjadi 34 kali, bahkan sebelum kejadian mencapai 500 kali.
"Guguran 109 kali (sebelum kejadian mencapai 450 kali, bukan dari material pijar)," tutupnya.
Diketahui Merapi mengalami erupsi pada Selasa 26 Oktober pukul 17.02 WIB. Awan panas hasil erupsi itu mengakibatkan 32 warga meninggal dunia, termasuk salah satunya Mbah Maridjan juru kunci Merapi. Korban umumnya mengalami luka bakar.
(ndr/asy)











































