Boediono beserta rombongan mengunjungi pos pengungsian Merapi di Kemalang, Klaten. Setelah itu Wapres dan rombaongan menuju Solo dengan perjalanan darat untuk menghadiri peringatan Sumpah Pemuda yang dipusatkan di Stadion Manahan, Solo, Kamis (28/10/2010) sore nanti.
Di saat Wapres dalam perjalanan menuju Solo, puluhan anggota BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka bertekad menolak kehadiran Boediono dengan menggelar aksi blokade Jalan Ahmad Yani, jalan utama penghubung Solo - Yogyakarta yang dilalui Wapres dan rombongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya polisi memutuskan membubarkan aksi dengan paksa. Saling dorong antara aparat dengan mahasiswa tak terhindarkan. Akhirnya mahasiswa mahasiswa terdesak dan meneruskan aksi hanya di pinggir jalan. Selanjutnya aksi dijaga ketat oleh polisi agar mahasiswa tidak kembali ke tengah jalan.
Dalam aksi tersebut mahasiswa menolak kehadiran Boediono karena dinilai bertanggung jawab dalam kasus Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun. Mahasiswa juga mendesak penghapusan tindakan militerisme, menasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai asing, diadakan reforma agraria, penghapusan hutan luar negeri, dan mendesak penegakan hukum.
Sebelum ke Solo, Boediono mengunjungi lokasi pengungsian korban letusan Gunung Merapi di Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Dalam kunjungannya itu Boediono meminta para pengungsi mematuhi semua imbauan pamong desa.
Boediono juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para pengungsi, yakni Rp 1,5 miliar dari BNPB, Rp 500 juta dari Kementerian Sosial, dan sejumlah obat-obatan dari Kementerian Kesehatan. Semua bantuan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.
(djo/djo)











































