Tolak Boediono Masuk Solo, Mahasiswa Blokir Jalan

Tolak Boediono Masuk Solo, Mahasiswa Blokir Jalan

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2010 13:19 WIB
Tolak Boediono Masuk Solo, Mahasiswa Blokir Jalan
Solo - Mahasiswa melakukan aksi blokade jalan yang dilalui Wapres Boediono dari arah Klaten menuju Solo, Kamis (28/10/2010) siang. Namun upaya mahasiswa untuk menolak kedatangan Boediono beserta ke Solo, berakhir keributan dengan aparat kepolisian.

Boediono beserta rombongan mengunjungi pos pengungsian Merapi di Kemalang, Klaten. Setelah itu Wapres dan rombaongan menuju Solo dengan perjalanan darat untuk menghadiri peringatan Sumpah Pemuda yang dipusatkan di Stadion Manahan, Solo, Kamis (28/10/2010) sore nanti.

Di saat Wapres dalam perjalanan menuju Solo, puluhan anggota BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka bertekad menolak kehadiran Boediono dengan menggelar aksi blokade Jalan Ahmad Yani, jalan utama penghubung Solo - Yogyakarta yang dilalui Wapres dan rombongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi tersebut langsung direspon oleh polisi yang melakukan penjagaan. Polisi berkali-kali berusaha meminta agar mahasiswa cukup menggelar aksi di pinggir jalan agar tidak menghalangi arus lalu-lintas. Namun upaya itu tak digubris oleh mahasiswa.

Akhirnya polisi memutuskan membubarkan aksi dengan paksa. Saling dorong antara aparat dengan mahasiswa tak terhindarkan. Akhirnya mahasiswa mahasiswa terdesak dan meneruskan aksi hanya di pinggir jalan. Selanjutnya aksi dijaga ketat oleh polisi agar mahasiswa tidak kembali ke tengah jalan.

Dalam aksi tersebut mahasiswa menolak kehadiran Boediono karena dinilai bertanggung jawab dalam kasus Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun. Mahasiswa juga mendesak penghapusan tindakan militerisme, menasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai asing, diadakan reforma agraria, penghapusan hutan luar negeri, dan mendesak penegakan hukum.

Sebelum ke Solo, Boediono mengunjungi lokasi pengungsian korban letusan Gunung Merapi di Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Dalam kunjungannya itu Boediono meminta para pengungsi mematuhi semua imbauan pamong desa.

Boediono juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para pengungsi, yakni Rp 1,5 miliar dari BNPB, Rp 500 juta dari Kementerian Sosial, dan sejumlah obat-obatan dari Kementerian Kesehatan. Semua bantuan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

(djo/djo)


Berita Terkait