"Saya rasa ini perlu dimasukkan dalam materi pendidikan generasi muda sekarang," kata guru besar hukum UI Jimly Asshiddiqie di sela-sela diskusi di Kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/10/2010).
Menurut Jimly, buku Atlantis karya Arysio Santos dan Eden in The East karya Stephen Oppenheimer saling berkaitan. Buku-buku ini menunjukkan kalau kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia adalah satu wilayah yang sudah punya peradaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jimly mengatakan pelajaran sejarah soal Atlantis dan Sundaland ini bisa dioptimalkan untuk membangkitkan rasa percaya diri generasi muda. Kesadaran akan hal ini akan membantu bangsa ini untuk berdiri sama tegak dengan bangsa lain.
"Penting sekali untuk mengetahui kalau kita punya nenek moyang orang hebat. Jadi, kita tidak usah inferior menghadapi keadaan di era Globalisasi," ujarnya.
Jimly menambahkan rakyat Indonesia harus belajar kalau mereka punya masa lalu penting. Di masa depan, bangsa ini pun harus bisa mengambil peran penting di dunia.
"Kita harus belajar kalau kita punya masa lalu yang penting dan Insya Allah di masa depan kita bisa merebut peran penting dalam kehidupan dunia," tutupnya.
(lia/fay)











































