"Saya ikhlas," ujar Tonirah yang memakai pakaian hitam dan kerudung berwarna kuning muda itu, di RS dr Sardjito, Sleman, Kamis (28/10/2010).
Raut sedih masih terlihat di wajah Tonirah, namun tidak ada isak tangis yang dia tunjukkan. Dia pun dipapah keluarga menuju ambulans. Usai disalatkan di Masjid Ass Syifa, RS Sardjito keluarga pun pergi mengantar Mbah Maridjan ke keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengelar salat jenazah di RS Sardjito, putra Mbah Maridjan, Asih sebenarnya didaulat untuk menjadi imam. Namun dia menolak dan mempersilakan yang lain. Keluarga dan kerabat Mbah Maridjan terlihat berkumpul di RS Sardjito.
Rombongan jenazah Mbah Maridjan dibawa ke kampus UII terlebih dahulu untuk disalatkan lagi, sebelum dibawa ke pemakaman. Sementara jenazah warga yang lain langsung dibawa ke pemakaman.
(ndr/fay)











































