"Sudah ada 380 hewan yang mati kemarin. Itu masih di ring III kawasan rawan bencana," ujar Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rayahu, saat dihubungi detikcom, Kamis (28/10/2010).
Menurut Yuni, jumlah bangkai ternak warga ini masih terus bertambah. Penguburan massal bangkai ternak ini untuk menghindari penyebaran penyakit dari hewan tersebut. "Jumlah bangkainya belum termasuk di wilayah lain. Nanti kita masukkan ke satu lubang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni menambahkan berdasarkan informasi dari vulkanologi, masih akan ada erupsi setelah ini. Sehingga pihaknya masih belum bisa melakukan perbaikan terlebih dahulu di desa-desa yang terkena bencana Gunung Merapi.
"Kita baru bersihkan pohon-pohon yang melintang di jalanan. Kita masih persiapkan semuanya tapi kita harus siaga juga akan ada erupsi lagi. Ini katanya belum apa-apa," ungkapnya.
Yuni menjelaskan Bupati Sleman akan mengeluarkan peraturan untuk mengganti ternak-ternak warga yang tewas akibat semburan awan panas. "Yang penting warga dulu diamankan di barak-barak pengungsian. Hewan yang mati akan diganti oleh pemerintah daerah," jelasnya.
(gus/nrl)











































