Ancaman itu disampaikan Osama dalam rekaman audio baru yang diperoleh stasiun televisi satelit Al-Jazeera dan kemudian diposting di situsnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/10/2010).
Dalam rekaman itu, Osama mengatakan, Prancis membantu Amerika dalam pembunuhan kaum wanita muslim dan anak-anak di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana bisa Anda berpartisipasi dalam pendudukan tanah kami, mendukung Amerika dalam pembunuhan wanita-wanita dan anak-anak kami dan tetap ingin hidup damai dan aman?" kata Osama mengenai Prancis.
"Ini merupakan persamaan yang sederhana dan jelas: Ketika Anda membunuh, Anda akan dibunuh. Ketika Anda menangkap, Anda akan ditangkap. Dan ketika Anda mengancam keamanan kami, keamanan Anda akan terancam," cetus Osama.
"Cara untuk menjaga keamanan Anda adalah menghentikan penekanan Anda dan dampaknya pada bangsa kami, paling penting lagi penarikan mundur Anda dari perang Bush yang membawa sial di Afghanistan," tegas Osama.
Keotentikan rekaman tersebut tak bisa diverifikasi.
Beberapa jam kemudian, Menteri Dalam Negeri Prancis Brice Hortefeux mengatakan pada parlemen Prancis bahwa risiko serangan teror terhadap negara itu nyata adanya. Dikatakannya, kewaspadaan otoritas sangat total.
(ita/nrl)











































