Boediono tiba sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (28/10/2010). Dia didampingi istri dan sejumlah menteri, antara lain Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.
Kedatangan Boediono dan rombongan disambut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Dalam sambutannya Bibit mengatakan, sebanyak 37.752 warga Jawa Tengah terpaksa diungsikan karena wilayahnya terdampak langsung letusan Merapi. Jumlah tersebut merupakan warga dari 3 kabupaten, yakni Boyolali, Magelang, dan Klaten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit juga mengatakan, kondisi pemukiman warga saat ini berangsur aman. Karena itu, sejumlah pengungsi sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing.
"Barangkali setelah Bapak (Boediono) pulang, warga juga beragsur-angsur akan pulang karena kondisi pemukiman sudah cukup aman," kata Bibit.
Patuhi Imbauan Pamong
Menanggapi pernyataan Bibit, Boediono mengatakan, warga yang pulang ke pemukiman harus tetap berhati-hati. Sebab kemampuan teknologi saat ini masih terbatas untuk memprediksi berbagai hal terkait letusan Merapi.
"Silakan warga kembali pada kehidupan normal. Saat saya datang ini jumlah pengungsi sudah berkurang, itu lebih bagus. Kalau masih berjubel malah tidak baik," kata Boediono.
Boediono juga meminta, warga mematuhi semua imbauan pamong pemerintah. Sebab semua imbuan tersebut memiliki maksud yang baik.
Dalam kesempatan itu Boediono sempat mendatangi para pengungsi di SMPN 1 Kemalang. Mantan Gubernur BI itu juga meninjau sekolah darurat dan RS darurat di lapangan Desa Keputran.
Kunjungan Boediono hanya berlangsung sekitar 35 menit. Sekitar pukul 09.35 WIB, dia menuju Solo untuk menghadiri acara peringatan Sumpah Pemuda.
(djo/nrl)










































