Pria berumur 34 tahun itu diduga akan melakukan serangan tersebut bersama orang-orang yang diyakininya terkait jaringan teroris al-Qaeda.
"Farooque Ahmed dituduh merencanakan dengan orang-orang yang dia yakini teroris untuk mengebom sistem transit kita, namun upaya gabungan intelijen dan penegakan hukum mampu menggagalkan rencananya," kata David Kris, wakil jaksa untuk keamanan nasional kepada wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam berkas dakwaan dinyatakan, agen-agen federal yang menyamar sebagai militan mulai bertemu dengan Ahmed pada April lalu. Dalam pertemuan-pertemuan yang dilangsungkan di hotel-hotel di Virginia Utara itu, Ahmed setuju untuk melakukan pengawasan video di stasiun-stasiun subway.
Ahmed juga mengusulkan waktu terbaik untuk menyerang dan lokasi terbaik untuk meletakkan bahan peledak guna memaksimalkan jumlah korban. Ahmed kemudian menyerahkan video dan sketsa-sketsa yang dibuatnya mengenai stasiun subway.
Penangkapan Ahmed langsung menjadi bahan pembicaraan masyarakat Virginia Utara. "Itu pembicaraan yang pastinya sedang terjadi di komunitas," kata Imam Johari Abdul-Malik, juru bicara masjid Dar Al-Hijrah di Falls Church.
"Jika apa yang dituduhkan otoritas padanya terbukti benar, saya cuma punya simpati yang sangat sedikit untuk orang yang merencanakan hal seperti itu," cetusnya.
Jika terbukti bersalah, Ahmed bisa dipenjara maksimum 50 tahun.
(ita/nrl)











































