Pemerintah Diminta Revitalisasi BMKG

Pemerintah Diminta Revitalisasi BMKG

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2010 09:10 WIB
Pemerintah Diminta Revitalisasi BMKG
Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dianggap tidak tanggap dan tepat dalam memprediksi potensi bencana. Akibatnya, respons Badan Nasional Penanggulangan Bencana menjadi lambat.

"BMKG harus direvitalisasi, dia pernah mencabut peringatan tsunami padahal potensi itu masih ada," ujar Ketua FPKB DPR Marwan Jafar, kepada detikcom, Kamis (28/10/2010).

Yang dimaksud Marwan adalah upaya BMKG mencabut peringatan potensi setelah gempa berkekuatan 7,2 SR di Mentawai. Akibat tindakan ini, evakuasi penduduk di Mentawai tidak berjalan dan tsunami memakan puluhan korban serta menghilangkan ratusan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marwan kemudian mengusulkan agar Pemerintah menambah peralatan detektor antitsunami di perairan yang rawan gempa. Pemerintah harus lebih serius tanggap teradap bencana.

"Harus memeli alat detektor untuk ditempatkan di mana-mana supaya tidak kecolongan lagi," terang Marwan.

Lebih dari itu, Marwan menuturkan, BNPB juga tidak boleh mencari kanbing hitam menghadapi kenyataan banyaknya korban meninggal. Pasalnya, BNPB merupakan kaki tangan pemerintah dalam penanggulangan bencana.

"Intinya pemerintah harus lebih fokus tanggap bencana," ujarnya.

Hingga saat ini korban meninggal akibat tsunami di Mentawai mencapai 113 orang sedangkan ratusan orang lainnya masih hilang. Tim SAR sedang terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban hilang.

(van/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads