"Total bantuan saat ini masih dihitung, sejauh ini bantuan baru berasal dari lokal dan belum ada yang dari asing," kata anggota Satlak PB Kabupaten Sleman, Makwan, kepada detikcom, Kamis (28/10/2010) dini hari.
Makwan menjelaskan, paling banyak bantuan yang diberikan berupa logistik, obat, serta tenda. Bantuan tersebut kemudian disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing barak pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini ada dua kebutuhan yang masih sangat mendesak yaitu MCK yang jumlahnya tidak sebanding antara jumlah MCK dengan pengungsi dan air bersih," ungkap Makwan.
"Suplai air dari Bebeng, jaringannya putus. Jadi tiap hari harus masih dilakukan droping air," tutup Makwan.
Jumlah pengungsi yang memadati barak-barak pengungsian Gunung Merapi sudah mencapai 19 ribu orang. Padahal barak pengungsian di Kabupaten Sleman hanya bisa menampung 13 ribu orang. Akibatnya pengungsi terpaksa berdesakan di lokasi tersebut.
Karakteristik letusan Merapi yang terjadi kemarin adalah eksplosif (ledakan) dan bukan elusif (aliran), ditandai dengan dentuman dan dimuntahkannya hawa panas dengan suhu sekitar 500 derajat Celsius.
Sejak Senin (26/10/2010) pukul 06.00 WIB, status Merapi telah naik ke tingkat Awas. Semua warga dievakuasi, namun masih ada saja yang enggan mengungsi seperti Mbah Maridjan dan sejumlah tetangganya. Sebanyak 30 orang tewas dalam musibah alam ini, termasuk Mbah Maridjan dan tetangganya.
(anw/anw)











































