Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan yang menggelar aksi penggalangan dana itu, menggunakan sejumlah alat musik tradisional Minangkabau saat mengamen. Lagu-lagu yang diperdengarkan juga bernuansa Minangkabau.
Sambutan cukup baik diterima dari para pedagang dan pengunjung kafe di sekitar kawasan Jl Sisingamangaraja, Medan. Mereka memberikan sumbangan baik uang receh maupun uang kertas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana kami, aksi ini akan dilakukan hingga lima hari ke depan. Hasil dari penggalangan dana ini akan di kirimkan melalui rekening peduli bencana Mentawai,' terang Tanjung.
Menurut Tanjung, aksi ini akan dilakukan di beberapa titik secara menyebar. Maksudnya agar dana yang terhimpun juga lebih banyak. Segera setelah terkumpul di hari akhir ngamen, uang itu akan dikirimkan.
(rul/anw)










































