Jenazah yang diserahkan pada hari ini, masing-masing atas nama, Dedy alias Deboy dan Alex Cecep Gunawan, yang diserahkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, serta jenazah Muhammad Yusuf dan Muhhamad Darman yang diserahkan di Rumkit Bhayangkara, Jl. Sei Padang Dalam, Medan.
Di RSUP Adam Malik, dua jenazah diterima istri para almarhum. Jenazah itu dimasukkan dalam peti mati warna coklat dan sudah dalam keadaan dikafani. Tiga petugas Dokter Kepolisian (Dokpol) yang membawa peti mati itu dan diserahkan kepada keluarga. Sebelum dinaikkan ke ambulance untuk seterusnya dibawa ke rumah duka, peti mati itu dibuka dan kepada keluarga ditunjukkan kondisi jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Bambang Santoso yang mendampingi keluarga saat menerima jenazah mengatakan, keluarga umumnya sudah mengikhlaskan kematian para korban.
"Kendati begitu, akan akan akan ditempuh jalur hukum kematian mereka. Mengapa harus ditembak mati," kata Bambang Santoso kepada wartawan di RSUP Adam Malik, Jl. Bungalow Medan.
Dengan diserahkannya empat jenazah pada hari ini, maka secara keseluruhan sudah delapan jenazah yang diserahkan polisi pada pihak keluarga. Penyerahan sebelumnya berlangsung pada Sabtu (23/20/2010) lalu, yakni jenazah Taufik Hidayat, Zulkarnain, Rahman alias Pudjo dan Suparno Harun alias Fauzi.
Polisi menyatakan seluruh yang tewas itu merupakan anggota komplotan bersenjata yang terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Arif Rahman Hakim Medan, yang terjadi pada 18 Agustus 2010 lalu. Mereka tewas dalam baku tembak dengan personel Polri dan TNI di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) awal Oktober lalu. Dari lokasi baku tembak itu, polisi menemukan senjata laras panjang AK 56, pistol jenis FN, serta ratusan butir peluru.
(djo/djo)










































