"Saat ini sudah ada 3 helikopter dari TNI dan Basarnas yang beroperasi mencari korban hilang. Kemungkinan bertambah satu lagi," kata Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, Ade Edward, kepada detikcom, Rabu (27/10/2010).
Ade mengakui, kondisi alam dan infrastruktur yang minim membuat tim pencari korban kesulitan untuk melakukan penyusuran titik-titik bencana. Tidak hanya curah hujan tinggi, namun ketinggian gelombang laut pasca gempa turut menjadi kendala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin saja ada pejabat Angkatan Laut tidak tembus ke sini, dia pulang lagi ke Padang," imbuhnya.
Dia berharap dengan memaksimalkan pencarian lewat udara dapat mempercepat pencarian korban tsunami. "Kita berharap tiga hari ke depan pencarian korban berjalan maksimal," ujarnya sembari menyebutkan pencarian difokuskan di empat kecamatan yang mengitari Kepulauan Mentawai.
Gempa yang melanda Mentawai menyebabkan gelombang tsunami setinggi 3-7 meter yang menyapu kawasan di pinggir pantai. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai hingga pukul 08.00 WIB ada 112 warga meninggal, 109 orang hilang, dan 502 KK yang mengungsi.
Bencana tersebut juga menyebabkan 179 rumah rusak berat, 300 unit rusak ringan, dan 4 rumah ibadah juga rusak. Korban kemungkinan akan terus bertambah.
(ahy/vit)










































