JK datang ke kediaman Tutur di Dusun Kembaran RT 03, Tirtonimolo, Kasihan, Bantul, DIY pada Selasa, (27/10/2010) pukul 12.15 WIB. JK disambut istri Tutur, Supriati, di teras rumahnya.
Setelah sekitar 15 menit berbincang, JK lantas memimpin salat jenazah untuk Tutur. Testimoni pun diberikan mantan wakil presiden ini sesaat setelah selesai menyalati jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan dia, Tutur pernah terlibat dalam penanganan bencana tsunami di Aceh, gempa di Padang dan Yogyakarta, serta meletusnya Gunung Merapi saat ini. "Almarhum adalah relawan terbaik. dari sisi agama dan manusiawi insya Allah almarhum mati syahid," ucap JK.
Dia lantas mengajak relawan lainnya agar mengikuti keteladanan Tutur yang telah bekerja untuk amal dan kemanusiaan. JK menyatakan, apa yang terjadi pada Tutur sudah menjadi sesuatu yang terbaik. Apalagi Tutur meninggal di saat hendak menyelamatkan orang lain.
JK kemudian mengajak para pelayat membacakan surat al-Fatihah untuk Tutur. Sesaat sebelum meninggalkan rumah duka, JK menyalami istri Tutur sambil menyerahkan amplop putih berkop PMI.
Tutur tewas dalam usia 36 tahun. Dia meninggalkan seorang istri yang sudah dinikahinya selama 5 tahun. Rencananya, Tutur akan dimakamkan di daerah Lempungan, Kasihan, Bantul, yang berjarak sekitar 2,5-3 kilo meter dari rumahnya. Pukul 14.00 WIB, jenazah akan mulai diberangkatkan ke peristirahatan terakhir.
Tutur dan 15 orang lainnya ditemukan tewas di sekitar rumah juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Relawan PMI ini tewas terhembus awan panas alias wedhus gembel dalam misi menjemput Mbah Maridjan. Mbah Maridjan sendiri tewas dalam musibah alam ini. Kakek 83 tahun ini ditemukan kaku dalam posisi sujud di dapur. (vit/ken)











































