"Semula kami sudah menyiapkan angkutan untuk membawa turun ternak agar warga tetap tenang selama di pengungsian. Namun warga mengajukan usul lebih baik mereka yang naik untuk mengurus ternak. Kami mengabulkannya dengan menyediakan angkutan bagi warga," ujar Camat Kemalang, Klaten, Suradi, Rabu (27/10/2010) siang.
Alasan warga untuk memilih naik, menurut Suradi, adalah agar hewan tidak stres karena dipaksa dipindahkan dan adaptasi lagi dengan lingkungan baru. Hewan yang stes sulit makan untuk sementara waktu dan berdampak berkurangnya berat badan hewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siang ini barak-barak pengungsian lebih banyak didominasi anak-anak dan perempuan, karena pengungsi laki-laki banyak yang kembali ke rumah masing-masing untuk mengurus ternak. Namun kami akan segera menjemput mereka karena status Merapi masih 'awas' sehingga daerah-daerah rawan masih harus dikosongkan," ujarnya.
Pemkab juga menyediakan pakan untuk hewan-hewan piaraan warga. Pakan yang disediakan adalah bekatul, jerami dan sedikit rumput segar yang bisa didapat di kawasan yang terbebas dari guyuran hujan abu. Pemberian jatah pakan itu dimaksudkan akan warga tidak perlu mencari pakan ternak lagi karena rumput dan dedaunan di pemukiman mereka masih tertutup abu Merapi.
Namun sesampai pemukiman, warga tetap saja mencarikan rumput segar untuk ternaknya. Alasannya adalah hewan ternak tetap membutuhkan rumput segar lebih banyak dari jatah rumput yang diberikan Pemkab.
"Ternak sapi milik saya butuh rumput segar," ujar Tugiyo, seorang warga saat ditemui ketika sedang mencari rumput di pinggiran desanya.
(djo/djo)











































