"Pak JK dan rombongan PMI sudah berangkat ke sana. Untuk menjenguk korban termasuk relawan. Tapi teknisnya ke mana saja saya belum tahu," kata Staf Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Tia Kurniawan saat dihubungi detikcom, Rabu (27/10/2010).
Dalam kunjungannya, JK dan rombongan PMI ini akan memberikan bantuan dana operasional senilai Rp 500 juta kepada pengungsi Gunung Merapi. "Itu diperuntukkan operasional bantuan air, sanitasi di beberapa titik pengungsian. Kita akan distribusikan family kits dan lainnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap relawan yang kita tugaskan selalu ada asuransinya. Karena relawan mendapat risiko dari pekerjaannya. Dalam bentuk apa dan berapa banyak akan diputuskan oleh ketua umum," kata Tia.
Tia mengaku tak mengetahui pasti kronologi tewasnya Tutur. Yang pasti Tutur tewas saat melaksanakan tugas yang membantu proses evakuasi masyarakat sekitar lokasi Gunung Merapi, termasuk Mbah Maridjan.
"Kita juga belum mengetahui detailnya bagaimana. Tapi dia saat itu sedang membantu proses evakuasi," ungkapnya.
Tutur dan 15 orang lainnya ditemukan tewas di sekitar rumah juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Relawan PMI ini tewas terhembus awan panas alias wedhus gembel dalam misi menjemput Mbah Maridjan. Mbah Maridjan sendiri tewas dalam musibah alam ini. Kakek 83 tahun ini ditemukan kaku dalam posisi sujud di dapur.
(gus/nrl)











































