"Saya sudah melihat, tapi hasil DNA belum keluar. Kita masih menunggu," kata Hemas di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (26/10/2010).
Hemas tiba di RS Sardjito sekitar pukul 11.30 WIB. Dia juga menengok korban yang mengalami luka bakar. Total ada 12 yang dirawat, dan umumnya mengalami 80 persen luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berkeliling selama 20 menit, dia juga sempat ke ruang jenazah dan mengenali jasad Mbah Maridjan. Dia mengaku pernah beberapa kali bertemu Raden Ngabehi Surakso Hargo itu.
"Akhir-akhir ini memang jarang ketemu langsung," tambahnya.
Mbah Maridjan ditemukan Tim SAR Yogyakarta sekitar pukul 05.00 WIB di dapur rumahnya. Dia ditemukan dalam posisi sujud. Tim SAR mengenali jasad Mbah Maridjan dari batik, sarung, dan kopiah yang biasa dikenakan.
Namun untuk memastikan, tim medis juga melakukan tes DNA. Dokter dari kepolisian memeriksa DNA anak Mbah Maridjan. Informasi juga beredar Sultan HB X akan mengunjungi RS Sardjito.
Mbah Maridjan menjadi juru kunci Merapi lebih 20 tahun atas titah Sultan HB IX. SK pengangkatannya sebagai kuncen dibuat pada masa HB X.
(ndr/nrl)











































