Demikian laporan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, kepada Wapres Boediono. Laporan mengenai penanganan pasca bencana itu dia paparkan di Bandara Minangkabau, Padang, Rabu (27/10/2010).
"Tanggap darurat sudah dimulai dan akan berlangsung 2 pekan," ujar Irwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh logistik bantuan dipusatkan di Desa Sikakap yang merupakan titik terdekat dari Padang. Barulah dari Sikakap logistik bantuan disalurkan ke pulau-pulau sekitarnya dengan menggunakan speed boat.
Kelancaran distribusi sangat tergantung kondisi cuaca mengingat beberapa hari terakhir berlangsung badai. Akibatnya ombak laut bisa mencapai ketinggian 6 meter yang terhitung berbahaya untuk pelayaran.
"Untuk selanjutnya logistik akan dikirim dua kali sehari. Kita sudah siapkan 10 ton minyak dan 10 ton solar bahan bakar kapal-kapalnya. Bantuan yang dikirim kemarin sore, mungkin sekarang baru tiba di sana sebab lamanya perjalanan laut setidaknya 12 jam," urai Irwan.
Logistik bantuan tanggap darurat yang telah diberangkatkannya ke Mentawai terdiri dari bahan makanan, kantong mayat, alat kesehatan, selimut, tenda dan obat-obatan. Masih akan ada lagi logistik serupa dengan berat total 12 ton dari BNPB yang siang ini dijadwalkan tiba dari Jakarta.
"Dari BNPB juga sudah kita terima uang tunai Rp 1 miliar untuk biaya tanggap darurat," sambung Irwan.
Berdasar data terakhir, jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 112 jiwa dan yang masih dinyatakan hilang 502 orang. Korban sebanyak itu tersebar di puluhan dusun di 3 kecamatan yang terpisah oleh laut.
"Kondisi paling parah adalah Kecamatan Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Jumlah pengungsi sampai tadi malam tercatat 4.000-an orang," papar Irwan. (lh/nrl)











































