Kapal Perintis Angkut 16 Ton Makanan dan 5 Ton Obat-obatan ke Mentawai

Kapal Perintis Angkut 16 Ton Makanan dan 5 Ton Obat-obatan ke Mentawai

- detikNews
Rabu, 27 Okt 2010 12:17 WIB
Kapal Perintis Angkut 16 Ton Makanan dan 5 Ton Obat-obatan ke Mentawai
Jakarta - Rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayito, yang membahas gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, menetapkan sejumlah langkah tanggap darurat. Di antaranya, segera mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan ke Mentawai.

"Sudah berangkat kapal perintis membawa bantuan ke Sikakap," kata Staf Khusus Presidan Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Rabu (27/10/2010).

Menurut Andi, bantuan yang dibawa kapal tersebut antara lain 16 ton makanan, 20 ribu tenda gulung dan keluarga, 950 kantong mayat, 2 ribu tikar dan selimut, 15 tenaga medis dan 5 ton obat-obatan. Bantuan ini akan didistribusikan dari Sikakap ke pulau-pulau yang terkena gempa dan tsunami dengan boat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada juga 150 orang yang berangkat berkelompok," ujar Andi.

Andi menambahkan, kapal milik Pertamina juga akan diberangkatkan ke Mentawai. Kapal tersebut akan membawa 20 ton bensin, 5 ton solar, dan 5 ton minyak tanah. Selain itu akan disediakan pula 20 ton avtur untuk bahan bakar helikopter.

"Kapal perang dari Medan akan datang sekitar tanggal 29-30 Oktober 2010," imbuh Andi.

Rakor tersebut juga membahas soal sumber dana untuk tanggap darurat ini. Sumber dana untuk tanggap darurat ini berasal dari BNPB sebesar Rp 1 miliar, APBD Sumbar dan bantuan dari berbagai pihak.

"Bantuan dari luar negeri belum bisa diterima, meski sudah ada yang menawarkan," ungkap Andi.

Sebelumnya diberitakan, rakor yang juga diikuti pejabat tinggi Pemprov Sumbar itu digelar Selasa (26/10) malam. Rapat tersebut untuk membicarakan langkah selanjutnya yang diambil pasca gempa dan tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai.

Dalam rapat ini, banyak hal yang akan dibahas. Namun, salah satu fokusnya adalah pencarian korban yang sampai saat ini masih belum ditemukan.

(djo/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini