Jamaah yang terlantar, Rabu (27/10/2010) adalah jamaah embarkasi Surabaya (SUB) kloter 40 dan 42. Mereka merupakan kloter terakhir jamaah gelombang pertama yang masuk Madinah.
SUB 40 tiba di Bandara AMAA pukul 23.00 waktu Arab Saudi, Selasa (26/10/2010). Sementara kloter SUB 42 mendarat di bandara pukul 02.00, Rabu (27/10/2010). Setelah proses imigrasi, mereka tidak bisa langsung diangkut bus menuju pemondokan. Sebab pemondokan mereka belum ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sudah mau diusir. Tapi kita lobi hingga akhirnya hanya diminta minggir, " kata Ketua Pengamanan Sektor Bandara AMAA Joko Setiono.
Sementara jamaah masih bersabar menyikapi ketikdakpastian pemondokan yang akan ditempatinya. Mereka mengisi waktu dengan baca doa dan mengaji.
"Jamaah untungnya sabar. Mungkin mereka pengalaman tahun sebelumnya sehingga bisa memahaminya," kata Wakil Kepala Sektor Bandara Nurul Huda.
Akhirnya sekitar pukul 07.00 waktu Arab Saudi, jamaah bisa meningggalkan bandara setelah ada kepastian pemondokan.
"Yang bisa kami lakukan ya menunggu saja. Tapi jamaah sudah kelaparan dan kecapekan," kata Ketua Kloter SUB 40 Qomarudddin.
Selanjutnya jamaah SUB 40 dibawa ke Hotel Fairuz Al Khomri. Sementara SUB 42 akan menempati Hotel Imarah Al Wuqoisi Sultonah 2.
Majmuah (pengusaha hotel) yang bertanggung jawab untuk SUB 40 dan 42 adalah Majmuah Khomri.
Sebelumnya jamaah embarkasi Surabaya kloter 38, Selasa (26/10/2010)juga terlantar di bandara delapan jam karena belum adanya pemondokan. Sementara jamaah embarkasi Jakarta kloter 38 terlantar selama tiga jam. Majmuah yang menangani kedua kloter terlantar tersebut juga Majmuah Khomri.
Wakil Kepala Daerah Kerja Madinah Bidang Perumahan dan Catering Mucholih Djimun sebelumnya menyatakan terlantarnya jamaah merupakan kesalahan majmuah Khomri. Majmuah tersebut bandel dengan tidak menyediakan pemondokan sesuai kontrak kerjasama yang ada.
(iy/nrl)










































