Merapi Masih Bahaya, Warga Diimbau Tak Jenguk Rumahnya Dulu

Merapi Masih Bahaya, Warga Diimbau Tak Jenguk Rumahnya Dulu

- detikNews
Rabu, 27 Okt 2010 11:25 WIB
Merapi Masih Bahaya, Warga Diimbau Tak Jenguk Rumahnya Dulu
Jakarta - Gunung Merapi masih dalam kondisi bahaya setelah memuntahkan wedhus gembel sepanas 500 derajat Celcius. Karena itu warga diminta tidak nekat naik ke atas guna mengecek rumahnya.

"Petugas sudah dikerahkan untuk menjaga berbagai lokasi, jadi seharusnya warga tidak naik ke atas karena masih berbahaya," kata Wakil Bupati Sleman Yuni Rahayu kepada detikcom, Rabu (27/10/2010).
 
Sejumlah pengungsi 'tidak kerasa' di pengungsian dan memilih mendaki Merapi. Misalnya saja Surti (61). Berombongan dengan ibu-ibu lain tetangganya, Rabu (27/10/2010) pagi, mereka terlihat berjalan  naik ke lereng Merapi.

"Badhe wangsul kemawon (saya mau pulang saja)," ujar warga dusun Kaliurang Lor, Kaliurang, Sleman, itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Yuni menyatakan, anggota TNI, Kepolisian dibantu dengan para relawan melakukan penyisiran untuk mencari korban yang terkena letusan gunung Merapi. Hingga saat ini telah 26 orang tewas akibat hembusan awan panas dari gunung tersebut.

"Jumlahnya cukup banyak, kita berharap seluruh korban bisa kita evakuasi hari ini," kata Yuni.
 
Yuni mengungkapkan, penyisiran ini dilakukan di berbagai wilayah yang terkena hembusan awan panas seperti Kinahrejo dan Kaliadem. "Kita coba sisir di wilayah-wilayah itu," katanya.

Yuni menyatakan, warga di sekitar Gunung Merapi sudah berada di pengungsian. Namun masih ada warga yang khawatir akan keselamatan harta bendanya sehingga mencoba naik kembali ke atas.

Hingga kini petugas masih mendata jumlah pengungsi di posko pengungsian. Masker pun telah dibagikan kepada para pengungsi. "Logistik juga sudah kita bagikan kepada pengungsi," katanya.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini