Deputi Saddam Hussein Divonis Mati, Putranya Kecam Pengadilan Irak

Deputi Saddam Hussein Divonis Mati, Putranya Kecam Pengadilan Irak

- detikNews
Rabu, 27 Okt 2010 10:43 WIB
Deputi Saddam Hussein Divonis Mati, Putranya Kecam Pengadilan Irak
Baghdad - Tariq Aziz, deputi mantan presiden Irak Saddam Hussein, dijatuhi vonis mati oleh pengadilan tinggi Irak. Putra Aziz, Ziad, menyebut vonis mati ayahnya itu sebagai "parodi". Menurutnya, pengadilan Irak seperti melakukan pertunjukan teater.

"Tak seorang pun korban yang menuduh dia (Aziz) melakukan pembunuhan," cetus Ziad seperti dilansir AFP, Rabu (27/10/2010)."Tak seorang pun yang mengajukan tuduhan atau membuat klaim terhadap dia," tandasnya.Aziz dijatuhi hukuman gantung setelah dinyatakan bersalah karena terlibat langsung dalam pembunuhan para anggota partai agama Syiah.

Aziz divonis mati bersama empat pria lainnya yang didakwa membunuh para anggota Partai Dawa yang didominasi etnis Syiah. Partai tersebut merupakan kelompok oposisi utama bagi Saddam selama 24 tahun kepemimpinannya di Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aziz merupakan mantan wakil perdana menteri Irak. Pria berumur 74 tahun itu diserahkan oleh pasukan AS ke otoritas Irak awal tahun ini. Aziz berada di urutan 25 dalam daftar figur rezim Irak yang diincar oleh militer AS untuk dibunuh atau ditangkap.

Vonis mati tersebut dikonfirmasi oleh Mohammed Abdul Sahab, hakim ketua Pengadilan Kriminal Tinggi Irak. Dikatakannya, tidak semua dakwaan terhadap Aziz terkait dengan para anggota Partai Dawa.

Aziz sebelumnya telah divonis 15 tahun penjara atas keterlibatannya dalam kematian 42 pedagang yang dituduh memanipulasi harga-harga makanan.

Dalam wawancara dengan The Guardian bulan Agustus lalu, Aziz membantah dirinya melakukan kejahatan terhadap warga sipil. Menurutnya, semua keputusan diambil oleh Saddam.

"Semua keputusan diambil oleh presiden Saddam Hussein. Saya memegang posisi politis," ujar Aziz.

"Saya tidak berpartisipasi dalam kejahatan apapun yang dituduhkan terhadap saya secara pribadi. Dari ratusan komplain, tak seorang pun yang menyebut saya secara langsung," cetus Aziz.

Saddam sendiri digulingkan dari posisinya menyusul invasi pimpinan AS ke Irak pada tahun 2003 lalu. Saddam tewas dihukum gantung pada tahun 2006.
(ita/nrl)


Berita Terkait