"Sepertinya ada mayat Mbah Maridjan ditemukan tim evakuasi. Semalam saya mendapat laporan dari tim evakuasi bahwa ada mayat mirip Mbah Maridjan diangkut dari dalam rumah Mbah Maridjan," ujar Yuni kepada detikcom, Rabu (27/10/2010).
Yuni menuturkan, semua orang di dalam rumah Mbah Maridjan yakni sebanyak empat orang tewas karena hembusan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi. Korban sulit diidentifikasi karena kulit melepuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi ini, Yuni menambahkan, tim evakuasi akan menyisir desa Mbah Maridjan. Sebab di desa inilah semalam ditemukan belasan mayat yang tewas terpanggang karena letusan gunung paling berbahaya di Indonesia itu.
"Kita menyisir korban selamat maupun mengevakuasi mayat," kata Yuni.
Yuni meminta warga setempat agar tidak buru-buru kembali ke rumah masing-masing meskipun kondisi Gunung Merapi mulai tenang. Menurutnya, aktivitas Gunung Merapi sedang sangat aktif.
"Saya imbau jangan pulang dulu dan bertahan di pengungsian karena situasi Gunung Merapi belum stabil," imbaunya.
Sebelumnya diberitakan 16 orang tewas di sekitar rumah Mbah Maridjan. Namun demikian kepala tim evakuasi yang memimpin evakuasi mayat tersebut menjelaskan bahwa Mbah Maridjan selamat sekalipun dalam kondisi lemas. (van/nrl)











































