"Itu sudah meletus. Karena berdasarkan pengalaman letusan Merapi sebelumya letusan merapi menyamping dan tidak menyembur ke atas. Seperti odol (pasta gigi)," kata Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMG) I Gede SwantikaΒ kepada detikcom, Selasa (26/10/2010) pukul 19.30 WIB.
Gede mengatakan, semburan material Merapi diperkirakan mengarah ke selatan, tepatnya ke arah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Bukti letusan ditandai dengan menggumpalnya awan panas atau wedhus gembel yang membawa material pasir panas versuhu 500 derajat Celcius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gumpalan awan panas tersebut mampu mencapai 6 kilometer dari sumber letusan. "Kita berharap capaian awan panas hanya mencapai 4 kilometer," ujar Gede.
Dua kali gunung berapi ini memuntahkan awan panas atau wedhus gembel sore tadi. Debu akibat gempa vulkanik Merapi telah merambah hutan dan desa di sekitar lereng gunung tersebut. Akibatnya, kawasan hutan yang semula hijau kini tampak memutih.
Sampai saat ini, Merapi masih terus memuntahkan awan panas alias wedhus gembel. Seluruh warga Sleman yang berada di daerah rawan pun dievakuasi ke barak-barak pengungsian. Wedhus gembel mengganggu penglihatan dan menebarkan bau belerang yang tajam.
(ahy/nrl)











































