"Saya pribadi ingin kita tetap lengkap, lebih komplit lebih bagus," ujar Wakil Ketua KPK M Yasin usai diskusi di Kantor TII, Jl Senayan Bawah, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2010).
Busyro dan Bambang terlebih dahulu harus menjalani seleksi di DPR. Nanti DPR akan memilih salah satu, untuk menggantikan Antasari.
"Dan apakah poisi pendatang baru tidak jadi masalah (pimpian atau ketua) yang penting lengkap," harap Yasin.
Lebih lanjut Yasin mengatakan, niat awal ingin mengisi kekosongan pimpinan KPK tersebut kan berawal dari pemerintah. Namun jika akhirnya proses ini seperti terulur-ulur, Yasin juga tidak mengerti.
"Inisiatif mengisi kekosongankan itukan juga dr pemerinta, kalau misalnya DPR itu ada masalah ya kita tidak tahu. Itu ranah eksekutif dan legislatif. Kita sebenarnya menyerahkan kepada pemrintah dan DPR," jelas Yasin.
Tindakan yang terkesan mengulur waktu itu, bagi Yasin biar masyarakat yang menilai. Yang terpenting dari itu menurut Yasin, KPK lebih berharap masalah yang menimpa dua pimpinan KPK lainnya Bibit dan Chandra segera selesai.
"Apakah diulur ata tidak silahkan masyarakat yang menilai," tegas pris yang gemar mengenakan peci ini
Dengan kasus yang diduga melibatkan Bibit dan Chandra, sebenarnya KPK sedikit banyak merasa tidak maksimal dalam bekerja. Bahkan menurut Yasin kadang rasa lelah juga mereka rasakan.
"Tentunya kita disibukkan, karena kita juga kadang dipanggil untuk diperiksa, mondar mandir untuk sebuah kasus yang sebenarnya ada. Lelah sebenarnya, ini akan mengganggu konsentrasi dan menghasilkan prestasi yang tidak maksimal," keluh Yasin.
Harapan KPK semua proses cepat berjalan. Terkait berapa lama masa jabatan pimpinan KPK terpilih nantinya bagi Yasin itu soal kedua.
"Saya memahami DPR inginnya satu tahun, karena untuk menggantikan kekosongan, tapi pemerintah yang punya niatan empat tahun walaupun saya tidak tahu, dasar hukumnya yang digunakan, karenakan kalau empat tahun itu untuk yang normal," tandasnya.
(lia/ndr)











































