"Setelah Merapi menyemburkan awan panas, jumlah relawan terutama tenaga kesehatan ditambah untuk melayani pengungsi. PMI Juga telah kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dan mereka siap membantu. Juga kemungkinan tambahan dokter dari Solo," kata staf Humas PMI, Yadi Jentak, kepada detikcom, Selasa (26/10/2010) pukul 19.30 WIB.
PMI hingga kini telah mengerahkan 500 relawan, mulai dari dokter, petugas evakuasi hingga relawan yang melayani warga di tempat pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yadi mengatakan, PMI Jawa Tengah akan menangani pengiriman bantuan untuk para pengungsi. Namun jika dibutuhkan, PMI pusat akan mengeluarkan bantuan dari Markas Logistik PMI yang ada di Sentul, Bogor.
"Logistik yang ada di gudang logistik sudah siap kirim, ada hygiene kit dan family kit," ucapnya.
Sejumlah tenda evakuasi sudah didirikan di sejumlah titik. Di Klaten, PMI mendirikan tenda di Desa Dompol, Keputren dan Baukan. Di tenda itu, 4 relawan di bagian dapur dan 15 relawan evakuasi.
Di Magelang, PMI mendirikan tenda pleton di Desa Jumoyo dan Dukun. Mereka bertugas menyalurkan tenda dan kasur ke tempat penampungan akhir pengungsi. Juga disalurkan terpal di Desa Jerulegi dan Kaliurang.
(gun/nrl)











































