"Kan tsunami tercatat tapi kecil. Di Padang hanya 0,461 meter," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi kepada detikcom, Selasa (26/10/2010).
Namun diduga kuat, tinggi gelombang tsunami yang menerpa Pulau Mentawai lebih besar lagi. Di dekat pusat gempa 7,2 Skala Richter itu, gelombang tsunami lebih kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat pemantau gelombang ini bernama tide gauge yang disediakan oleh Bakorsurtanal. Namun Bakorsurtanal tidak memasang tide gauge untuk daerah Mentawai. "Yang terpantau itu hanya di Padang," kata Riyadi.
Lantas, terkait dengan pencabutan ancaman tsunami, menurut Riyadi tidak ada yang salah. Meskipun pemerintah akhirnya menyebutkan telah terjadi tsunami di Mentawai.
"Pencabutan warning itu artinya situasi aman untuk masyarakat kembali ke rumah. Bisa karena tsunami tidak terjadi, atau tsunami sudah lewat," ungkap dia.
Riyadi memastikan BMKG selalu mengirimkan peringatan tsunami ke seluruh Indonesia. Namun Riyadi khawatir kalau pesan tidak sampai jika seandainya listrik mati di Mentawai sehingga peringatan tsunami di televisi tidak sempat dilihat.
"Banyak faktor, kalau listrik langsung mati saat gempa, mereka tidak sempat dapat warning," tutupnya.
(fay/asy)











































