Jamaah di Luar Markaziah Banyak Masalah

Laporan dari Arab Saudi

Jamaah di Luar Markaziah Banyak Masalah

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2010 16:58 WIB
Jamaah di Luar Markaziah Banyak Masalah
Madinah - Emosi Syarifudin sudah memuncak. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 waktu Arab Saudi lebih. Tapi makanan untuk jamaah calon haji belum juga datang. Padahal hari sebelumnya katering juga sudah telat.

"Ini sudah berhari-hari kloter 17 embarkasi Makassar ribut. Katering selalu
telat datang, jamaah marah-marah. Sekarang daripada ribut lagi saya cegat saja di sini petugas kateringnya, daripada nanti dipukuli," kata Syarifudin, di Hotel Burj At Thir 1, Madinah, Senin (25/10/2010) malam.

Syarifudin merupakan Ketua Rombongan I Kloter 17 Embarkasi Ujungpandang. Tapi sebenarnya, Syaefudin dan rombongannya berasal dari Papua. Rombongan Syaefudin sudah tiba di Madinah sejak Sabtu (23/10/2010) dan menginap di Hotel At Thir 1. Hotel ini berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjid Nabawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dari Sabtu kami datang, ini sudah hari ketiga di Madinah dan katering
selalu bermasalah," tegas Syaefudin.

Karena katering telat datang, jamaah terpaksa makan katering sebelumnya. Katering siang dimakan malam sehingga jamaah pun ada yang sakit.

Sayangnya Syarifudin tidak tahu apa nama katering yang melayani kloternya.
Apesnya petugas katering lain yang tidak menyediakan makanan untuk kloter 17 pun jadi sasaran kemarahan.

Jamaah calon haji Indonesia yang menempati pemondokan di luar markaziah memang kurang beruntung. Selain jaraknya yang jauh dari Masjid Nabawi, tempat jamaah melakukan salat Arbain, banyak masalah yang harus mereka alami.

Masalah katering tidak hanya menimpa jamaah asal Papua. Jamaah dari embarkasi Solo (SOC) kloter 36 juga mengalami hal yang sama. Jamaah ini sudah dua hari menginap di Hotel Burj At Tir II. Selama menginap katering dan air tidak pernah beres.

Karena jarak ke Masjid Nabawi jauh, jamaah biasanya berangkat ke masjid lebih awal yakni sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi. Ketua rombongan kloter itu sudah membuat kesepakatan dan memprotes pihak Katering agar bisa datang sebelum pukul 11.00. Namun pihak katering sepertinya tidak mempedulikan kesepakatan tersebut.

"Katering baru sampai pukul 12.00 lebih, ya jamaah sudah ke masjid semua. Siapa yang mau makan. Terus katering malam juga telat," kata Ketua Kloter 36, Amin.

Ketika hingga pukul 21.30, katering tidak kunjung datang, jamaah yang kelaparan memutuskan untuk makan katering siang yang belum sempat dimakan. Tapi ternyata katering tersebut sudah basi.

Selain katering, jamaah juga dibuat repot dengan matinya air. Dengan matinya air jamaah tidak bisa mandi, mencuci dan khususnya berwudhu. "Air dari kemarin sama sekali tidak nyala," kata Ketua Rombongan Kloter 36 Muchson.

Di tengah carut-marut masalah itu, ada laporan salah seorang jamaah perempuan terancam keamanannya. Si ibu dan ipar perempuannya dirangkul oleh seorang pria yang diduga petugas hotel. Si pria yang memiliki jenggot panjang itu menggiring si ibu ke sebuah tempat dan berusaha mengunci pintunya. Untungnya si ibu berhasil lari. Kasus ini kini ditangani petugas pengamanan.

Wakil Kepala Daerah Kerja Madinah Bidang Perumahan dan Katering Mucholih Djimun, Selasa (26/10/2010), menyatakan pihaknya sudah menegur perusahaan katering yang nakal tersebut. Namun pihaknya tidak bisa langsung memberhentikan kontrak dengan mereka karena akan kesulitan mencari katering pengganti terlebih saat ini Madinah sudah dalam kondisi peak season.

"Yang bisa kita lakukan kita black list mereka untuk musim haji tahun depan," kata Mucholih.

(iy/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads