Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Ery Basworo mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengeruk sistem drainase, termasuk gorong-gorong.
"Sudah semua, dinas dan subdinas melakukan pengurasan, cuma tampaknya ada lumpur dan sampah," kata Ery di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sana kan masuk ngocor ke Kali Cipinang, ada lampu neon, pintu lemari es, ya begitulah, ada macam-macam," kata Ery.
Bahkan di gorong-gorong crossing Cawang Kompor, pengurasan dilakukan Marinir TNI AL dengan menggunakan tabung oksigen.
"Keluarnya macam-macam, ada kursi juga," ujar dia.
Sedangkan gorong-gorong di bawah jalan tol yang merupakan jalan negara, Pemprov DKI Jakarta meminta Pemerintah Pusat yang membereskan. Pihaknya juga memasang saringan untuk
menyaring sampah.
"So far memasang saringan sampah untuk menyaring itu," kata dia.
Ery juga menjelaskan, selain saluran gorong-gorong yang tersumbat beberapa sungai di Jakarta juga jauh dari lebar ideal. Sungai-sungai tersebut menyempit karena adanya bangunan di bantaran sungai.
Ery mencontohkan Kali Sunter yang idealnya selebar 20 meter lebih, di kenyataan di lapangan hanya 5 meter. Kemudian Kali Krukut Pedongkelan yang idealnya memiliki lebar 15 meter, kenyataannya menyempit hingga 5 meter.
Kemudian Kali Grogol yang idealnya 10 meter, hanya tersisa 5-6 meter saja. "Ada penyempitan karena bangunan liar," kata Ery.
Pihaknya akan memanggil para walikota di Jakarta untuk melakukan refungsi kali dan membahas dana untuk membebaskan lahan di sekitar kali.
"Akan ada penjelasan, butuh dananyaย membebaskan lahan dan dilebarkan, dibikin tanggul," kata Ery.
(nwk/aan)











































