Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jalan di Tempat

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jalan di Tempat

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2010 16:29 WIB
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jalan di Tempat
Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2010 di Indonesia tidak berubah dari tahun lalu, yaitu 2,8. Pencapaian ini berada di bawah beberapa negeri tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

"IPK Indonesia tidak berubah dari tahun lalu, yaitu 2,8. Ini artinya, pemberantasan korupsi tidak ada kemajuan, jalan di tempat dan stagnan," ujar Ketua Transparency International (TI), Todung Mulya Lubis dalam acara Peluncuran CPI 2010 di Kantor TI, Jl Senayan Bawah, Jakarta, Selasa (26/10/2010).

Capaian Indonesia berada di bawah sejumlah negara tetangga seperti Singapura 9,3, Malaysia 4,4, Thailand 3,5. Indonesia setara dengan sejumlah negara terbelakang seperti Bolivia, Gabon, Kosovo, dan Solomon Island. Posisi Indonesia hanya unggul dari Vietnam 2,7, Filipina 2,4, Kamboja 2,1, Laos 2,1, dan Myanmar 1,4.
Β 
Todung menduga, IPK Indonesia jalan di tempat karena melemahnya kinerja pemberantasan korupsi dalam setahun terakhir. Sejumlah kasus yang menunjukkan itu antara lain pelemahan KPK dan kasus Gayus Tambunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kasus Gayus, betapa menunjukkan pengadilan dan pertanggungjawaban pidana hanya pada orang yang korup dan tidak punya kekuasaan. Sedangkan yang ada di sekelilingnya mempunyai kekebalan hukum. Ini contoh sempurna dari kasus korupsi yang sistematik," jelas pengacara senior ini.

CPI adalah pengukuran tingkat korupsi berdasarkan persepsi negara-negara di dunia. Korupsi yang diukur adalah sektor publik, yaitu korupsi yang berkaitan dengan pejabat publik, pegawai negeri dan politikus.

CPI adalah indeks gabungan dari beberapa hasil survei yang dilakukan beberapa organisasi yang menggabungkan data berkaitan dengan korupsi. Untuk CPI tahun 2010, data yang digabungkan berasal dari 13 survei yang dilakukan oleh 10 organisasi. Organisasi ini antara lain; Africa Development Bank, Asian Development Bank, World Bank, World Economic Forum, Global Insight, Freedom House, Economic Intelijen Unit, Bertelsmann Foundation Institute for Management Development, serta Political and Economic Risk Consultancy Hongkong.

CPI mengukur tingkat korupsi di 178 negara. CPI menggunakan persepsi karena korupsi dilakukan sembunyi-sembunyi sehingga data susah terukur secara empirik.

(gun/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads