Ciledug Banjir, Toko dan Warung Kebanjiran Pengunjung

Ciledug Banjir, Toko dan Warung Kebanjiran Pengunjung

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2010 13:17 WIB
Ciledug Banjir, Toko dan Warung Kebanjiran Pengunjung
Jakarta - Banjir yang masih menggenangi Ciledug Indah, membuat puluhan warung dan toko di sekitarnya kebanjiran pengunjung. Bukan cuma yang datang untuk berbelanja, tapi juga menumpang menggunakan fasilitas toilet.

Berdasar pantauan reporter detikcom, Selasa (26/10/2010), paling yang terendam banjir adalah perumahan Ciledug Indah I dan Ciledug Indah II. Ketinggian air limpahan anak Kali Pesanggrahan yang mencapai 1,5 meter belum juga surut sejak sore kemarin.

Tak ayal ratusan rumah di dua perumahan tersebut terendam banjir. Para penghuninya ada yang memilih mengungsi ke tempat tinggal kerabat di sekitarnya, tapi banyak juga yang memilih bertahan di dalam mobil miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejeran kendaraan roda empat itu diparkir di sepanjang sisi kiri dan kanan Jl Ciledug Raya. Tidak sedikit keluarga yang terlihat berada di dalam mobil-mobil tersebut sedang beristirahat atau bersenda-gurau dengan anak-anaknya.

"Tadi pagi sudah sempat ke rumah ambil baju ganti, sebab belum tentu kan hari ini sudah surut. Aliran airnya deras sekali, kita pegangan tali pengaman biar nggak keseret arus," ujar Umar (41) yang bertahan di dalam mobil Toyota Kijang bersama istri dan anaknya.

Umar dan puluhan warga lain bernasib serupa yang 'meramaikan' warung dan toko. Sambil sekadar membeli roti dan air minum dalam kemasan, mereka tidak lupa menenteng sikat gigi dan handuk kecil lalu meminta izin menggunakan toilet untuk mandi.

"Ya, kita persilakan dong, orang kesusahan mosok yo dilarang? Kan kita paham juga kondisinya demikian, semoga cukup membantu," ujar Ijul, seorang pramuniaga di minimarket.

Sedangkan kondisi lalu lintas masih terpotong akibat genangan banjir di ruas sepanjang 300 meter itu. Untuk bisa menyeberanginya, para pengguna jalan baik yang menuju arah Jakarta atau Tangerang, memanfaatkan jasa becak dan gerobak yang disediakan warga.

"Untuk sepeda motor, tarifnya Rp 20 ribu. Kita naikin becak. Buat yang jalan kaki, pakai gerobak, tarifnya Rp 3 ribu," jelas Naim, seorang 'operator' gerobak odong-odong.

"Untuk mobil yang menuju Jakarta, sebaiknya lewat Daan Mogot dan Kalideres. Di situ juga ada genangan, tapi cuma 30 cm, jadi bisa lewat. Buat yang mau ke Tangerang, berputar di Graha Raya lalu Pondok Kacang," jelas seorang petugas DLLAJR Tangerang yang berjaga di lokasi.

Selain dari DLLAJR, juga terlihat belasan orang polisi dari Polsekta Tangerang. Juga sebuah mobil ambulans. Belum ada Posko Kesehatan dan tenda pengungsian yang berdiri di sana.

(lh/nrl)


Berita Terkait