Salah satunya adalah Udi (26), warga Jl Wijaya Timur, Petogogan, Jakarta Timur. Kepada reporter detikcom yang menemuinya, Selasa (26/10/2010), dia mengaku minta izin tidak masuk kerja.
"Saya ngantor di Kuningan, tadi titip izin ke teman. Mau bersih-bersih sisa banjir," ujar Udi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir mulai datang sekitar pukul 17.00 WIB kemarin," imbuhnya.
Tetangganya, Isman (46), menambahkan ketinggian air limpahan dari Kali Krukut itu naik pesat sejak selepas Maghrib. Ketinggian mencapai puncaknya pada pukul 21.00 WIB (25/10) dan mulai berangsur surut pukul 06.00 WIB (26/10).
"Sebenarnya daerah sini memang langganan banjir. Setiap kali musim hujan, pasti banjir. Tapi kemarin itu naiknya lebih cepat dibanding biasa," paparnya.
Karena sudah biasa kebanjiran, warga sudah mempersiapkan rumah mereka sedemikian rupa sehingga tidak perlu memindahkan barang-barang. Semua rumah dibuat berlantai dua, dan di situ mereka bertahan menunggu air banjir mengalir hingga surut.
Tidak terlihat adanya warga yang mengungsi. Tidak terlihat pula ada tumpukan barang-barang milik warga yang diamankan dari banjir. Sebab di lantai dua masing-masing rumah itulah yang menjadi tempat warga mengamankan diri.
Hanya jejeran kendaraan bermotor roda dua dan empat di sepanjang sisi Jl Wijaya Timur yang menunjukkan bahwa terjadi sesuatu di kawasan itu. Ada pula yang diparkir di halaman kantor kelurahan Petogogan.
(lh/fay)










































