Endro Catur Nugroho peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom yang bertahun-tahun menyimpan keinginan melihat langsung ikan hiu paus pun akhirnya terpuaskan.
"Pertama kali aku melihat, aku ingin memegangnya," ujar Endro, ketika dihubungi detikcom.
"Hiu Paus ini sangat jinak dan makannya plakton atau gak lebih dari ikan teri. Terdapat tiga paus yang berukuran sangat besar dan jarang muncul di permukaan," sambung Endro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya takut, mungkin karena aku melihat ukurannya yang besar sekali dan takut terkena siripnya tapi lama-kelamaan gak kok. Sebenarnya gak berbahaya dan gak gigit kok. Di beberapa tempat di sebut ikan bodoh, karena penglihatannya yang kurang. Jadi dia gak bisa membedakan mana yang musuh mana yang bukan," tutur Endro.
"Aku cuma mau bilang kalau gak semua hiu itu jahat dan gak usah takut. Untuk membuktikannya datang saja ke sini dan main-main sama mereka," tutur Endro.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)










































