Sudah tak terhitung berapa kali lalu lintas Mampang-Buncit dan sebaliknya terputus karena u-turn yang tepat di turunan itu. Turunan itu selalu banjir sepinggang bila hujan deras turun seperti Senin (25/10). Banjir mulai muncul pukul 16.00 WIB dan pengendara tidak berani melintasinya saking tingginya genangan. Akibatnya, pengendara terpaksa parkir di kedua arah. Jl Mampang Raya dan Jl Warung Buncit pun menjadi 'taman parkir' yang panjang.
'Taman parkir' dadakan itu baru bubar setelah warga dan pengendara menjebol separator busway. Pengendara lalu balik arah. Lalu lintas kawasan itu baru lengang sekitar pukul 23.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
U-turn yang tepat di cekungan itu sejatinya telah dipertinggi puluhan centimeter belum lama ini. Tapi rupanya tetap tidak mampu menahan limpahan banjir sehingga menjadi percuma saja. Selain cekungan itu, perumahan penduduk di sekitar u-turn juga terendam banjir.
"U-turn itu tidak layak ada di situ. Seharusnya dipindah beberapa meter sebelum turunan untuk lalu lintas dari arah Ragunan maupun yang dari arah Kuningan," saran pengguna jalan bernama Hendra, warga Depok yang biasa melintasi jalan vital itu.
Hal serupa diungkapkan Faizal, warga Ragunan. "Banjir di situ sudah sering, jadi lalu lintas terputus. Mendingan u-turn dipindah sebelum turunan itu, jadi kalau di sana banjir, kita bisa putar balik mencari alternatif. Kalau sekarang kan nggak ada alternatif, jadi mesti nungguin sampai banjir surut atau jebol separator," ujar karyawan swasta yang berkantor di Jl HR Rasuna Said ini.
(nrl/gah)











































