Keunikan Suku Boti membuat Tuti Widiastuti dan Agus Lahinta, peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom, mendatangi desa yang masih mempertahankan adat dan tata cara kehidupan leluhur.
"Mereka tidak mempunyai agama, tapi mereka percaya adanya Tuhan menurut kepercayaan yang mereka anut. Suku Boti juga memiliki kalender sendiri, jadi mereka mempunyai sembilan hari dalam seminggu untuk beribadah," ujar Agus kepada detikcom, Selasa (26/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suku Boti hanya mengenakan kain sarung hasil tenunan perempuan Boti, dan ciri khas dari laki-laki Suku Boti ialah berambut panjang. Ada yang dikonde atau dibiarkan terurai. Mereka bangga berambut panjang sebagai tanda kalau mereka Suku Boti " tutur Tuti.
"Keunikan lain dalam tata cara adat Boti ialah mereka harus mendahulukan tamu saat makan. Jadi mereka akan makan setelah tamu makan. Ini merupakan sebuah penghormatan yang sangat tinggi terhadap tamu. Saya sudah seperti tamu penting saja," lanjut Tuti sembari tertawa.
Sebelum Tuti dan Agus masuk ke desa tersebut mereka harus melakukan upacara adat agar diterima dengan baik oleh raja. "Kita harus membawa pinang dan sirih, berpantun dan menyerahkan uang secara simbolik kepada raja. Ketika diterima oleh raja berati kita akan diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Kita juga sempat dikawal keliling desa," tutur Agus.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































