"Saya pikir, beliau memang ahli dalam akademis, karena gelar S3 dari Jerman soal tata ruang, tapi untuk kebijakan, saya kira tidak," kata anggota YLKI bidang Transportasi Tulus Abadi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/10/2010).
Pendidikan Foke memang tidak jauh-jauh dari bidang perencanaan. Foke meraih gelar Sarjana Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah di Technische Universitat Brunschweig, Jerman. Di Universitat Kaiserlautern, Foke juga meraih gelar doktor bidang pola tata ruang kota Jakarta.
"Beliau katakan ahlinya, tapi belum ada perubahan hingga saat ini, itu namanya ingkar janji, tidak bisa memenuhi," tegasnya.
Tulus menilai, permasalahan Jakarta justru ada di bidang yang dikuasai oleh Foke, tata ruang. Dan itu butuh dukungan luar biasa juga dari pemerintah pusat.
Menurut Tulus, Jakarta butuh seorang pemimpin yang 'gila' dalam mengatasi persoalan pelik. Orang tersebut, harus berani mengeluarkan kebijakan-kebijakan tidak populis.
"Orang itu harus berani melawan arus untuk mengatasi masalah perilaku warga Jakarta yang memang masih primitif juga," tandasnya.
Apakah Foke memang sudah tidak bisa menangani banjir dan macet di Jakarta. Ikuti di Pro dan Kontra!
(mok/nrl)











































