1.300 Jamaah Menjadi Tamu Khusus Raja Abdullah

Laporan dari Arab Saudi

1.300 Jamaah Menjadi Tamu Khusus Raja Abdullah

- detikNews
Senin, 25 Okt 2010 22:53 WIB
Madinah - Raja Arab Saudi Abdullah mengundang 1.300 orang dari berbagai negara untuk menjadi tamu khusus pada tahun ini. Jamaah asal Indonesia termasuk tamu yang diundang Raja untuk berhaji, selain jamaah dari negara lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi Al-Asheikh Saleh seperti dilansir Arabnews, Minggu (25/10/2010). Selain dari Indonesia, para tamu yang diundang berasal dari Turki, Ukraina, Georgia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Hongaria, Bulgaria, Rumania, Vietnam, dan China.

"Beberapa tamu khusus ini juga berasal dari negara-negara Afrika dan Amerika Selatan," kata Al-Asheikh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raja Abdullah memberi undangan pada tamu khusus itu setiap tahun. Undangan diberikan kepada ribuan peziarah dari berbagai negara, termasuk para pemimpin masyarakat muslim dan pejabat pemerintah senior.

Hingga kini, setidaknya sudah ada 15.368 umat Islam di seluruh dunia yang berhaji atas undangan khusus Kerajaan Arab Saudi.

Raja Abdullah, sebelumnya, mengumumkan rencananya untuk menjadi tuan rumah bagi 2.000 jamaah asal Palestina, termasuk para tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup dan tahanan yang sudah dibebaskan.

Persiapan untuk menyambut tamu khusus ini terus dimatangkan. Kementerian Urusan Islam telah menetapkan program khusus untuk para tamu raja. Selain itu juga didirikan sejumlah komite untuk mengawasi berbagai layanan diberikan kepada para tamu.

Sementara itu, Gubernur Mekkah Pangeran Khaled Al-Faisal memperingatkan perusahaan jasa haji agar memberikan layanan yang baik kepada jamaah. "Mereka yang menipu jamaah akan menghadapi hukuman tegas," kata Khaled seperti ditulis Saudi Press Agency.

Pangeran Khaled mengatakan kepada semua orang untuk mengikuti petunjuk haji, termasuk kewajban membawa kendaraan angkutan harus berisi minimal 25 jamaah saat memasuki Mekkah dan tempat-tempat suci lainnya.

(iy/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads