"Upaya Kementerian Kesehatan itu sebagai bentuk meluruskan mitos dari apa yang dibangun produsen susu formula saat ini," kata Sudaryatmo saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/10/2010).
Menurutnya, produsen susu formula membangun citra seolah susu formula lebih baik dari ASI. "Padahal ASI lah yang terbaik untuk bayi. Susu formula ada sebagai alternatif bagi ibu yang ASI-nya tidak keluar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya kita mendukung upaya pemerintah agar setiap ibu tidak tergantung pada susu formula," tuturnya.
Disinggung mengenai program produsen untuk memberikan susu formula gratis ke klinik bersalin atau rumah sakit, dia mengatakan secara etika kegiatan tersebut tidak diperkenankan.
"Kegiatan pemberian susu gratis di klinik bersalin atau rumah sakit sama saja dengan memberikan ketergantungan bayi kepada susu formula dan menolak ASI," jelasnya.
YLKI berharap imbauan larangan tersebut dapat ditingkatkan menjadi undang-undang. "Alangkah baiknya jika larangan iti ditingkatkan menjadi undang-undang untuk mempertegas pemberian ASI bagi bayi," tutup Sudaryatmo.
(ahy/ndr)










































