"Dari data EDM (Electronic Distance Measurement) deformasi atau penggembungan kubah ke selatan. Penggembungan yang terjadi naik dua kali lipat dan sangat cepat," ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Migitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementrian ESDM, Surono saat rapat koordinasi di Posko Sleman di jl Kaliurang Km 18, Pakem, Senin (25/10/2010).
Berdasarkan data, kata Surono, sebelumnya penggembungan kubah mengarah ke segala arah. Namun saat ini hanya arah selatan saja yang terjadi. Dengan demikian, potensi runtuhnya kubah sebanyak 7,5 juta meter kubik itu merupakan jumlah yang
besar dibandingkan dengan erupsi sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan saat ini pihaknya tidak punya alasan lagi untuk menunda atau tidak menaikkan status dari 'siaga' menjadi 'Awas'. Sebab semua parameter sudah memenuhi dan meningkat.
"Gempa vulkanik dari 41 kali meningkat jadi 80 kali dan guguran terjadi sebanyak 194 kali pada tanggal 23 dan 24 Oktober," kata dia.
Menurut dia, aktivitas Merapi saat ini ada peningkatan energi 3 kali lipat dibandingkan dengan erupsi sebelumnya yakni tahun 1997, 2001 dan 2006. Namun belum tentu dengan energi yang besar ini akan terjadi erupsi besar.
"Kita berharap kubah lava tidak runtuh seketika, tapi sedikit demi sedikit atau per blok. Tapi dengan parameter yang ada sekarang ini tidak ada alasan lagi untuk menunda status," jelas Surono.
(bgs/asy)











































