Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ustadz Wahyuddin, kepada wartawan, Senin (25/10/2010) sore. Meskipun mengakui Indra sebagai alumnus, namun Wahyuddin mengaku tidak hapal tahun kelulusan Indra dari pesantrennya.
"Dia (Indrawarman memang lulusan pesantren kami, tapi sudah lama lulus. Dia bahkan pernah wiyata bakti sebagai ustadz di Ngruki selama setahun, setelah itu dia kembali ke kota asalnya di Medan. Kalau tidak salah dia kemudian menjadi guru di sebuah pesantren di Simalungun," ujar Wahyuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi-aksinya Indrawarman sering menggunakan berbagai identitas diantaranya Toni Togar alias Heri Kurniawan alias Abdurrosid alias Hasal Al Hotman. Dia ditangkap di Bukitraya, Pekanbaru tahun 2003. Hingga saat ini dia masih mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.
Karena itulah Wahyuddin mengaku kaget bekas santrinya tersebut dikaitkan lagi dengan kasus kekerasan. Sebab setahu Wahyuddin, Togar masih dipenjara.
"Setahu saya dia masih dipenjara karena kasus lamanya, kok tiba-tia ada kabar dia mengotaki aksi yang baru. Terus terang saya kaget. Bagaimana cara memimpin aksi dari penjara yang dijaga ketat begitu," ujarnya.
(djo/djo)











































