Sumur Tua di Pantai Mansinam

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Sumur Tua di Pantai Mansinam

- detikNews
Senin, 25 Okt 2010 16:48 WIB
Sumur Tua di Pantai Mansinam
Manokwari - Pulau Mansinam, selain terkenal dengan indahnya hamparan laut yang biru berpasir putih bersatu dengan birunya langit, dikenal juga sebagai sejarah masuknya Agama Kristen pertama kali pada tahun 1855 dan dimulainya peradaban manusia di Papua.

Dadang Lesmana dan Kusumorini Susanto peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom berkesempatan mengunjungi tempat yang dianggap bersejarah bagi orang Papua. Terletak di Teluk Doreri sebelah selatan Kota Manokwari.

"Dua missionaris berkebangsaan Jerman yaituΒ  Carel Willem Ottow dan Johann Gottlob Gissler, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua pada tahun 1885 dan menjadi tonggak masuknya injil di Papua," ujar Rini, ketika dihubungi detikcom, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka memilih Mansinam karena aman untuk menyebarkan menyebarkan injil di Papua karena di anggap masih bar-bar. Untuk masuk ke sini mereka mendapat usul dari Sultan Tidore untuk berkamuflase sebagai pedagang," timpal Dadang.

Di tempat ini juga terdapat gereja tua dan sumur tua peninggalan dua misionaris tersebut," ujar Rini.

"Katanya sumur tersebut digali pada tahun 1872 dan menggunakan tempurung kelapa. Airnya juga gak pernah surut sampai sekarang dan dapat langsung diminum. Diameter sumurnya sekitar 3 m dan permukaannya sekitar 12 meter," lanjut Rini lagi.

"Sumur tersebut digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air minum. Air sumur itu sangat bersih, segar, rasanya tawar dan tidak terasa asin. Padahal jarak antar sumur dan pantai hanya sekitar 50 m. Katanya air tersebut mengandung berkah. Mungkin kalau di Islam sepertiair Zam-Zam yang dapat menghilangkan segala penyakit," sambung Dadang.

Tidak jauh dari tempat peninggal sejarah tersebut terdapat pantai yang indah. "Pantainya bagus banget dan airnya juga jernih," tutur Rini.

"Pasirnya putih dan halus kaya tepung. Saking halusnya kalau diinjak tidak berasa," sambung Dadang.


Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.

Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.

(lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads