"Cukup atau tidak tentunya tergantung kepada tren kebutuhan, sampai saat ini masih tergolong cukup," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Pristono usai sosialisasi survei persepsi publik terhadap sterilisasi jalur bus TransJ, di Hotel Lumire, Jalan Senen Raya, Senin (25/10/2010).
Pristono mengatakan, penambahan jumlah bus tergantung sosialisasi dan promosi penggunaan transportasi massal tersebut. Selain itu, Dishub juga musti melihat sejauhmana kelancaran suplai BBG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini terdapat 430 unit armada TransJ. 27 unit bus gandeng dan 403 unit single. Dia memprediksi, sekitar 10 persen dari jumlah itu tidak dioperasikan karena berfungsi sebagai cadangan.
"Saya yakin tanpa menambah bus bisa teratasi. Penumpukan karena semua orang naik bus (TransJ) dalam jam-jam sibuk," jelasnya.
Pertengahan 2011, imbuh Pristanto, pihaknya berencana melakukan penambahan bus TransJ. Penambahan dilakukan dengan asumsi pasokan BBG lancar, serta sosialisasi dan promosi terkait penggunaan angkutan massal.
"Pertengahan 2011 akan dilakukan penambahan 45 bus single atau 23 bus gandeng, tapi sepertinya yang 23 bus gandeng," sebut Pristanto.
(ahy/gun)










































