Toni Togar Dibawa ke Jakarta, Kendalikan Terorisme Lewat HP Sipir

Otak Terorisme Medan

Toni Togar Dibawa ke Jakarta, Kendalikan Terorisme Lewat HP Sipir

- detikNews
Senin, 25 Okt 2010 15:03 WIB
Toni Togar Dibawa ke Jakarta, Kendalikan Terorisme Lewat HP Sipir
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyebutkan dalang rangkaian aksi terorisme di Medan adalah Toni Togar. Toni yang kini dipenjara di LP Siantar, Medan, akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa Mabes Polri.

"Akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/10/2010).

Nama Toni Togar baru dimunculkan oleh Mabes Polri. Bukankah Mabes Polri dulu mencurigai Abu Tholut? Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan menyebutkan bahwa Abu Tholut hanya pengendali lapangannya saja, sedangkan Toni adalah otaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu Tholut kan di lapangannya," ucap Iskandar.

Iskandar mengatakan, Toni mengendalikan pengikutnya lewat handphone. Seringkali terlihat Toni meminjam handphone milik sipir penjara.

"Dia kadang-kadang telepon, dengan pinjam telepon punya sipir. Jadi sekarang dia dalam perjalananan mau dibawa ke sini untuk diperiksa. Kelihatannya sih langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua," terang Iskandar.

Toni adalah alumnus pesantren Ngruki tahun 1990. Ia menjadi staf pengajar di Ngruki tahun 1990 hingga 1992. Toni pernah mengikuti pelatihan militer Al Jamaah Islamiyah tahun 1995 di Afghanistan. Toni terlibat peledakan bom di gereja Pekanbaru pada malam Natal tahun 2000, di bawah koordinasi Hambali.

Pada tahun 2003, Toni ikut merencanakan perampokan Bank Lippo di Medan, sebelum peledakan JW Marriott, Jakarta, pada tahun yang sama. Dalam peledakan JW Marriott, Toni bersama Noordin M Top dan M Azhari terlibat dalam perekrutan dan penggalangan dana.

Toni ditangkap bulan Juni 2003 dan dijatuhi hukuman penjara 20 tahun di LP Siantar.
(gun/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini